Penulis: Muhammad Sholeh Arshatta

Penerbit: Pagan Press

Cetakan Pertama: Juni 2026

Tebal: 91 halaman

Ukuran: 14 cm x 21 cm

Buku ini adalah kumpulan puisi. Nikmatilah  fragmen-fragmen  liris,  refleksi  rindu,  serta perjalanan  kesedihan  yang  terangkum  dalam  sehimpun  puisi ini.  Karya-karya  di  dalamnya  lahir  sepanjang  tahun  2022 hingga  2025—sebuah  masa  di  mana  larik-larik  puisi  muncul dari  titik  nadir;  buah  dari  ujian,  kehilangan,  getir,  serta  pelik rindu akan peluk orang terkasih.

Beberapa puisi di sini pernah memenangkan ruang dalam kompetisi,  sementara  yang  lain  sempat  singgah  di  berbagai media—baik yang masih tegak berdiri maupun yang kini telah ‘rungkat’.  Memungut  dan menjahitnya kembali satu  per satu agar  tidak  hanyut  ditelan  masa,  sebab  sebagian  besar  nyaris tenggelam  dalam  tumpukan  berkas  yang  tak  menentu nasibnya.

Gaya  bahasa  yang  dipergunakan  sengaja  dibiarkan bercampur;  terkadang  metafora,  ironi,  liris,  hingga  sesekali sarkas. Semuanya bergantung pada suasana jiwa dan pengaruh lingkungan saat setiap bait ditata.

Penulis menyadari karya ini masih jauh dari kata sempurna. Sebab jika kesempurnaan telah tercapai, mungkin ia pun akan purna.  Lelaki  bugis  yang  terkadang  melukis,  terkadang  di panggung berteater, terkadang menjadi silent rider di beberapa grup WhatsApp komunitas yang memasukkannya, ia hanyalah seorang  pembelajar  yang  haus  ilmu;  pribadi  yang  kadang romantis,  terkadang  melankolis,  namun  lebih  banyak menangis saat berbenturan dengan realistis.

Judul Buku: Kapankah Matamu Kemarau, Kumpulan Puisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *