Buku ini disusun dengan disertai transkripsi fonetis. Hal tersebut bertujuan agar leksikon bahasa Madura Pandalungan ini memiliki representasi pelafalan dalam tuturan aslinya dengan menggunakan simbol IP.
Selain itu, glosarium ini juga disusun dengan kesadaran bahwa praktik pertanian Bawang Merah di Probolinggo bukan semata aktivitas ekonomi, melainkan juga ruang produksi pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
