Di antara banyak peran yang melekat, menulis membantu mengembalikan tubuh dan pikiran pada pusatnya. Ia menempatkan kembali sebagai manusia utuh: seseorang yang merasakan dan mempertanyakan, menyimpan luka sekaligus merawat harapan, dan sesekali tersandung oleh hal-hal sederhana. Bukan sebagai anak yang diandalkan, atau istri yang harus mengerti, bukan pula sebagai ibu yang dituntut kuat, dan pekerja yang harus selalu siap.
