Buku ini sebagai upaya untuk mendokumentasikan, mengkaji, dan memaknai kekayaan leksikon bahasa Madura Pandalungan yang digunakan oleh komunitas petani bawang merah di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyimpan pengetahuan lokal, pengalaman ekologis, nilai budaya, dan identitas kolektif suatu masyarakat. Dalam konteks masyarakat agraris Pandalungan, aktivitas pertanian bawang merah telah melahirkan beragam leksikon khas yang merepresentasikan hubungan erat antara manusia, lingkungan, dan budaya. Namun, di tengah arus globalisasi, modernisasi pertanian, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat, sebagian leksikon lokal tersebut menghadapi risiko pergeseran bahkan kehilangan penuturnya. Oleh karena itu, penelitian dan dokumentasi terhadap leksikon pertanian menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan warisan linguistik sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Pandalungan.
Monograf ini menyajikan hasil penelitian etnolinguistik yang dilakukan melalui pengumpulan data lapangan di berbagai sentra pertanian bawang merah di Probolinggo. Pembahasan dalam buku ini mencakup inventarisasi leksikon pertanian bawang merah, klasifikasi makna dan fungsi leksikon, serta analisis perannya sebagai penanda identitas linguistik masyarakat agraris Pandalungan. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian linguistik, khususnya etnolinguistik dan dokumentasi bahasa, tetapi juga bagi pelestarian pengetahuan lokal dan budaya agraris Indonesia.
